Sekedar mencoba untuk menyalurkan hobi dan membagi ide barangkali ada yang bermanfaat buat kalian
Kamis, 21 April 2016
Sabtu, 23 Januari 2016
CINTA DAN KASIH SAYANG
Beberapa orang Dalam Ilmu Budaya Dasar, disebutkan bahwa orang yang mencintai, itu lupa pada hak dan kewajibannya, lupa pada sekitarnya, bahkan dirinya. Yang terlihat, tercium, terdengar, hanya sesuatu yang dicintai itu. Maunya selalu dekat dengan sesuatu yang dicintai. Kalau sudah dekat, atau sudah mendengar suaranya atau mencium aromanya, penginnya berlama-lama ketemu, tidak ingin berpisah.
Tapi setelah sekian saat, cinta itu berubah menjadi kasih sayang. Sudah tidak lagi ingin berlama-lama di dekat sesuatu yang dikasihi, tidak lagi lupa sekitar, apalagi lupa pada dirinya, tapi cintanya tetap ada, bahkan melebihi cintanya yang dulu.
Baru saja aku shalat dzuhur di masjid al Ikhsan, Sanur. Ketika takbiratul ula, aku mulai tahu bahwa sang imam bukan salah satu dari bbrp imam di masjid ini. Entah siapa, yang jelas suaranya sangat berwibawa, menunjukkan bahwa beliau sudah terbiasa 'ngimami' shalat.
Bacaan iftitah baru setengah, terdengar takbir lagi untuk ruku'. Ya .... aku ikuti saja walaupun belum baca fatihah. Sepertinya bbrp makmum ragu pada pendengarannya, atau mungkin ada yang mempercepat bacaannya agar nyampe di ruku'. Atau entah apa yang terjadi, pokoknya rukuk jadi peristiwa yang sangat tidak serempak pada raka'at pertama.
Shalatku jadi tidak khusuk.
Aku jadi mikir macem2, termasuk mikir tentang cinta.
Apa bener si imam mencintai Tuhan ? Buih !!!
Shalat saja, bertemu Tuhan saja, dia buru2. Aku jadi bertanya2, tidakkah dia pengin berlama2 bertemu dengan Sang Kekasih ?
Tapi kemudian dijawab, entah oleh siapa, bahwa tanda mencintai itu tidak hanya harus berlama2 ketemu. Itu! Ya, itu jawaban yang terbersit, masih dalam shalat.
Mungkin ibarat orang berjalan, beliau, si imam itu sudah sampai, sedang aku baru belajar merangkak. Jadi .... ya.... entahlah, gak ngerti, namanya juga baru merangkak.
Langganan:
Postingan (Atom)